Nah ini pembahasan yang lagi hype banget karena baru-baru ini BNN mengeluarkan statement soal vape yang disebut bisa jadi “jembatan” ke narkoba. Pernyataan ini langsung memicu pro dan kontra.
Di sisi lain, banyak yang mengaku beralih ke vape untuk berhenti merokok karena dianggap tidak melalui proses pembakaran dan tidak menghasilkan tar seperti rokok biasa. Bahkan, riset dari Cochrane Library juga ikut membahas soal efektivitas vape sebagai alternatif rokok.
Jadi sebenarnya, kalau bahaya vape itu nyata, kenapa anak muda justru makin banyak yang pakai? Yuk kita bahas dari dua sisi supaya lebih jelas.
Bahaya Vape Itu Nyata, Bukan Cuma Isu
Pertama, kita harus jujur bahwa vape bukan produk tanpa risiko. Sebagian besar liquid mengandung nikotin, zat yang bisa menyebabkan kecanduan. Pada anak muda, nikotin juga bisa mempengaruhi perkembangan otak yang masih berlangsung sampai usia sekitar 25 tahun.
Selain itu, meskipun vape tidak menghasilkan tar seperti rokok konvensional, uapnya tetap mengandung zat kimia tertentu yang bisa berdampak pada kesehatan paru-paru jika digunakan dalam jangka panjang. Jadi, mengatakan vape “100% aman” jelas kurang tepat.
Lalu Kenapa Banyak Anak Muda Tetap Pakai?
Nah, ini sisi lainnya.
1. Dianggap Lebih “Ringan” dari Rokok
Karena tidak melalui proses pembakaran, banyak yang menganggap vape lebih rendah risiko dibanding rokok biasa. Buat perokok aktif, vape sering dijadikan alternatif untuk mengurangi konsumsi rokok.
2. Faktor Tren dan Gaya Hidup
Tidak bisa dipungkiri, desain device yang modern, banyaknya varian rasa, dan komunitasnya yang besar bikin vape terlihat lebih “diterima” di kalangan anak muda.
3. Alasan Berhenti Merokok
Beberapa orang mengaku berhasil mengurangi bahkan berhenti merokok setelah beralih ke vape. Bahkan ada kajian dari Cochrane yang menyebutkan rokok elektrik bisa membantu sebagian orang berhenti merokok, meskipun tetap bukan tanpa risiko.
Jadi Harus Gimana?
Kuncinya ada di edukasi dan kesadaran. Kalau bukan perokok, tentu tidak ada alasan untuk mulai vaping. Tapi bagi perokok dewasa yang ingin berhenti, sebagian memilih vape sebagai salah satu opsi alternatif.
Intinya, bahaya vape memang nyata. Tapi alasan kenapa anak muda banyak yang pakai juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Penting untuk melihatnya secara objektif, bukan hanya dari satu sisi.
Baca Artikel Lainnya
Bahaya Vape: Mitos atau Fakta Vape Lebih Baik daripada Rokok!
Stop Merokok! Wamenkes Selandia Baru Bagikan Vape Sebagai Tips Berhenti Rokok





